Jumat, 11 Desember 2015

BIOGRAFIKU




Nama sayaENDANG WIDURININGSIH saya lahir di papua,07 september 1998,saya adalah anak ke 2 dari 3 bersaudara. ayah saya bernama MUKODAM PAKIH dan ibu saya bernama EHA JULAEHA. ayah saya adalah seorang wirausaha dan ibu saya seorang ibu rumah tangga. kaka saya yg pertama seorang laki laki yg bernama ARIF RAHMAN dan adik saya seorang laki laki yg bernama SYOPYAN RAHMAN saya memulai pendidikan dijenjang TK CIREMAI INDAH,yang berada di desa linggarjati,lalu setelah itu saya melanjutkan ke jenjang berikutnya yaitu SD,ada jenjang SD ini saya bersekolah di SD 2 CILIMUS yg berada di desa cilimus,kemudian setelah itu saya melanjutkan ke jenjang SMP,pada jenjang ini saya bersekolah di SMP NEGERI 1 CILIMUS,yg berada di desa cilimus ,dan yg pada saat ini saya sedang sekolah di jenjang SMA,yaitu saya bersekolah di SMA Negeri 1 Cilimus,yg tepatnya berada di panawan.
lalu mengenai saya suka warna apa? yaitu saya menyukai warna toska,hitam,biru dan masih banyak lagi,saya suka makanan yg tidak terlalu pedas,hobi saya bermain basket.suku saya yaitu suku jawa,dan agama saya adalah islam. saya berharap suatu saat nanti saya bisa menjadi pengusaha terkenal yg sukses.Aminn.....

MANFAAT BLOG

dengan kita membuat blog ada beberapa manfaat yg kita dapatkan diantaranya:
  1. pengguna blog dapat saling bertukar informasi dengan pengguna blog yg lain
  2. kita dapat mengetahui cara membuat blog
  3. bisa bersosialisasi dengan pengguna blog lainnya
  4. bisa menginspirasi para pengguna blog yg lain
  5. bisa menjadi seoranag penulis yg handal

Profil SMA NEGRI 1 CILIMUS


Sejarah singkat:
 SMA Negeri 1 Cilimus memiliki sejarah pendirian yang cukup panjang.  Berawal dari permohonan masyarakat daerah setempat yang  disampaikan oleh Panitia Pembangunan SMA kepada Kepala SMA Negeri Kuningan dan Kepala Inspeksi SMA Prop. Jabar di Bandung, pada tanggal 1 Januari 1967 SMA Negeri Kuningan kelas jauh di Cilimus diberi izin untuk mulai menerima pendaftaran murid baru.  Surat izin dari Inspeksi SMA Prop. Jabar No. 576/d.1f/K/66 tanggal 26 Oktober 1966 di Bandung ditanda-tangani oleh pejabat Kepala Inspeksi Daerah SMA Jawa Barat M. ENTOEM dengan Kepala Sekolah  Bapak S. SUKARDI  K, BA.
            Karena belum memiliki gedung sendiri, maka pelaksanaannya masih meminjam tempat pada gedung SMP Negeri Cilimus sebagai kelas sore. Baru pada tahun 1968 mendapat penyerahan tanah dan gedung dari Panitia Pembangunan SMA berupa :
  1. Bangunan sebanyak 3 lokal permanen ukuran 9,2 x 8 meter;
  2. Letak di Jalan Panawuan Cilimus;
    1. Status Tanah Desa Cilimus (Bengkok) yang akan diserahkan kepada Perw. Dept. P dan K (dalam proses);
    2. Luas 1 ha (10.000 m2), ukuran 125 x 80 meter.
            Pada tahun 1970 menambah 1 bangunan menjadi 4 lokal. Tahun 1971 menambah lagi 1 lokal dari dana POM sehingga menjadi 5 lokal.  Tahun 1972 bertambah lagi 1 lokal ruang kelas darurat, 1 Kantor Kepala Sekolah, 1 Kantor Guru, 1 Kantor TU, 1 Kamar Penjaga, dan 1 WC, yang dibiayai dari POM dan SPP. Pada tahun 1973 hanya dilakukan perbaikan dan penyelesaian bagian yang belum rampung di tahun 1972 dengan biaya dari POM dan SPP.  Tahun 1974 disampaikan permohonan kepada Pemda agar segera diserahkan kepada Perw. Dept. P dan K Jabar dan di tahun ini pula terjadi penambahan lokal 1 ruang kelas permanen, 1 ruang Laboratorium dengan biaya dari SPP.
            Pada tanggal 13 September 1978, sesuai dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan  Republik Indonesia No. 0298/0/1978 tentang Penunggalan Sekolah yang ditanda-tangani oleh Sekretaris Jendral Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta, T. UMAR ALI, filial SMA Negeri Kuningan menjadi SMA NEGERI CILIMUS.  Pejabat Sementara (PJs) Kepala Sekolah yang ditunjuk pada saat itu adalah Drs. Subandi (Penata TK.1/III.a) sesuai dengan SKP Menteri Pendidikan dan Kebudayaan  Republik Indonesia tanggal 13 September 1978 No. 0298/0/1978 dan sekaligus mengubah  status SMA Negeri Kuningan filial Cilimus menjadi SMA Negeri Cilimus yang berdiri dengan TMT. 1 April 1978

Sarana prasarana :
Sarana yang terdapat di SMA NEGRI 1CILIMUS diantaranya:
  1. terdapat 27 kelas
  2. lab komputer 2
  3. lab kimia 2
  4. ruang pmr 2
  5. masjid 1
  6. ruang osis 1
  7. kantor 1
  8. koprasi 1
  9. kantin 1
  10. wc laki-laki 2
  11. wc perempuan 3
  12. lab biologi1
  13. auditorium 1
  14. tempat parkir 2
  15. perpustakaan 1
Jumlah guru/siswa/karyawan :
  1. Guru berjumlah 50 guru
  2. siswa di perkirakan 1000 lebih siswa
  3. karyawan di perkirakan 10 lebih karyawan
kondisi lingkungan SMA NEGRI 1 CILIMUS :
SMA NEGRI 1 CILIMUS memiliki kondisi lingkungan yang baik sejuk cocok untuk kegiatan belajar mengajar atau pun kegiatan-kegiatan lainnya. hal ini dikarnakan di SMA NEGRI 1 CILIMUS ini banyak taman dan juga banyak terdapat lahan-lahan hijau lainnya.

Jumlah kegiatan ekstrakulikuler :
Jumlah kegiatan ekstrakulikuler yang terdapat di SMA NEGRI 1 CILIMUS yaitu 13 ekstrakulikuler diantanranya :
  1. paskibra
  2. PMR
  3. pramuka
  4. tataboga
  5. KIR
  6. IRMAS
  7. padus
  8. karate 
  9. silat
  10. basket
  11. volly
  12. futsal putra 
  13. futsal putri

Selasa, 17 November 2015

SEJARAH SEPATU

 P E M U J A  S E P A T U




Awal Mulanya . . .
Dilihat dari konstruksinya, sepatu sekarang ini berawal dari sandal. Dalam setiap peradaban kuno umumnya memiliki sisilah desain alas kaki yang beragam. Peradaban tertua, Mesir, menjadi bukti keberadaan pembungkus kaki ini 3500 tahun SM. Kala itu, bentuknya masih berupa jalinan daun papirus atau jerami. Fakta menarik adalah pembuatan sandal ternyata telah menjadi apresiasi seni saat itu.


Perbedaan kasta juga mempengaruhi bentuk sandal. Di Mesir, sandal Pharaoh memiliki lengkungan meruncing keatas, sedangkan sandal para permaisuri mereka bertatahkan permata. Lain lagi dengan permaisuri di Roma. Sol sepatunya terbuat dari emas dan talinya bersinar indah karena taburan batu mulia. sepatu berhak mulai dikenakan oleh wanita-wanita aristokrat Prancis pada abad ke-16, dengan hak sangat tinggi hingga si pemakai seolah-olah berdiri di atas jempol ketika memakainya. Bentuk sepatu untuk kaki kanan dan kiri, baru dibedakan pada awal abad ke-18. Sebelumnya, para pembuat sepatu hanya menaruh bantalan kulit tambahan pada cetakan ukuran dasar jika sepatu yang dipesan lebih besar. kenyamanan belum diutamakan saat itu.

Memasuki abad ke-19, seiring dengan Revolusi Industri dan penemuan-penemuan mesin, sepatu produksi massal pu membanjir, glamornya industri film Hollywood dan apresiasi terhadap seni desain sangat memnabtu tumbuhnya industri ini hingga sekarang. Sepatu tak lagi hanya merupakan benda fungsional, tetapi juga estetika. Hal ini juga terjadi di Indonesia. rata-rata wanita Indonesia saat ini membeli 4-6 pasang sepatu setiap tahunnya. "Perkembangan 5 tahun terakhir sangat luar biasa. Masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan sudah mulai mengikuti tren mode. Mereka melek gaya. Sebetulnya ini sebuah peluang bisnis yang sangat bagus," ujar  Yongki Komaladi, desainer sepatu.